Posted by: nugrohob | May 1, 2009

Rumahku Surgaku

Rumahku surgaku adalah ungkapan yang  menggambarkan sebuah rumah yang selalu diidam-idamkan setiap orang. Rumah yang  menjadi surga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal para anggota keluarga  yang menghuninya tetapi juga harus berfungsi sebagai tempat yang dapat  meneduhkan dan mengayomi penghuninya. Setiap anggota keluarga dapat merasakan  ketentraman dan kedamaian bila berada di dalamnya.

 

Rumah yang menjadi  surga bukanlah rumah besar yang dilengkapi dengan berbagai perabot rumah tangga  yang mewah dan luks. Banyak rumah yang besar dan indah tetapi menjadi neraka  bagi penghuninya karena ketiadaan kehangatan antaranggota keluarganya. Rumah  idaman yang dapat menjadi surga bagi penghuninya adalah rumah yang tidak  dimasuki syetan. Syetan sebagai musuh yang nyata bagi manusia senantiasa  menggoda manusia untuk melakukan perbuatan maksiat. Dengan berbagai cara syetan  akan berusaha memisahkan seorang suami dengan istrinya dan mengobarkan kemarahan  antaranggota keluarga sehingga ketentraman, kedamaian, dan kasih sayang hilang  dari rumah mereka.

 

Setiap muslim pasti mendambakan rumah yang dihuninya  menjadi surga bagi dirinya dan rumah tangganya. Oleh karena itu ada beberapa  kriteria rumah idaman yang tidak dimasuki syetan yang perlu diketahui oleh  setiap muslim.

 

 

 

Rumah yang Tidak dimasuki  Syetan karena Aqidah dan Ibadah

 

 

 

Rumah yang ideal adalah rumah  yang dihuni oleh sebuah keluarga yang ideal dan bahagia. Keluarga yang ideal  adalah keluarga yang islami yang berfondasikan ketakwaan kepada Allah swt dan  berlandaskan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw. Keluarga yang seperti  ini adalah keluarga yang senantiasa mengingat Allah dan menegakkan ibadah baik  yang wajib maupun yang sunnah. Secara terperinci penghuni rumah dengan kriteria  di atas mempunyai sifat-sifat sebagai  berikut:

 

 

1. Orang yang  mensucikan diri dan ingat kepada Allah.

 

Islam adalah agama yang memberikan perhatian yang sangat  besar terhadap masalah kesucian baik kesucian tubuh, pakaian, tempat, maupun  hati. Setiap muslim dituntut untuk mensucikan diri mereka baik pakaian maupun  tubuh mereka dari segala najis dan kotoran. Orang yang selalu mengingat Allah  berarti ibadahnya akan selalu terjaga dari kelalaian dan orang yang senantiasa  beribadah berarti ia juga senantiasa menjaga kebersihan dirinya.Karena  kebersihan menjadi syarat untuk melaksanakan ibadah maka menjaga kebersihan  merupakan bagian dari ibadah dalam Islam.

 

Setiap muslim yang tak pernah  lalai dari mengingat Allah senantiasa terjaga kebersihan hatinya dari rasa  dengki, iri, sombong, dan penyakit hati lainnya. Kebersihan hati ini kelak akan  menjaga lidah dan anggota tubuhnya dari perkataan dan perbuatan yang tidak  bermanfaat dan menyakitkan. Dengan kebersihan lahir batin seperti ini, tentu  syetan tidak melihat adanya pintu masuk ke dalam rumah mereka sebab Allah  mencintai mereka seperti mereka mencintai Allah.

Hal ini sesuai dengan makna  firman Allah:

…”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan  menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. Al-Baqarah:  222)

 

 

2. Orang-orang yang sujud dan ruku.   

 

Seorang muslim yang senantiasa sujud dan ruku adalah  muslim yang senantiasa mendirikan sholat tidak hanya yang wajib tetapi juga yang  sunnah. Rumah yang dihuni orang seperti ini adalah rumah yang semarak dengan  kalimat Allah dan para malaikat pun bergumam di dalamnya sehingga syetan  menghindar dari rumah ini.

 

Sungguh jauh perbedaan antara penghuni rumah  yang tidur mendengkur sepanjang malam ditemani syetan yang terus berjaga dan  orang-orang yang menjadikan rumahnya bagaikan bilik lebah yang selalu  mendengungkan tasbih dan istighfar di sepanjang malam-malamnya.

 

Allah  berfirman tentang mereka: “Mereka itulah orang-orang yang bertaubat, yang  beribadah, yang memuji Allah, yang melawat, yang ruku dan sujud, yang menyuruh  berbuat ma’ruf, mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah.  Dan gembirakanlah orang-orang yang mukmin itu.” (QS. At-Taubah:  112)

 

 

3. Orang yang benar dan menepati  janji.

 

Iman kepada Allah adalah pembenaran dengan hati dan amal  anggota tubuh. Orang muslim yang membenarkan Rabb-Nya adalah orang yang dapat  menepati janji yang dikukuhkan antara Allah dan manusia ketika Allah meniupkan  ruh ke dalam tubuh manusia dalam rahim ibunya. Iman yang benar akan mendorong  seseorang membangun rumah tangga yang benar. inilah yang menggelisahkan syetan  karena tidak memiliki pintu masuk dan tempat dalam rumah itu. Orang yang dapat  menepati janji kepada Allah tentu dapat menepati janji kepada manusia. Sifat ini  harus bisa menyetir rumah kita agar tidak dapat disusupi syetan karena rumah  kita dipagari barakah dan diluap ruh iman yang hakiki.

 

 

4. Orang yang memakan makanan yang halal.

 

Menjaga diri kita dari makanan yang haram merupakan salah  satu dari menjaga kesucian. Makanan yang haram ialah makanan yang berasal dari  harta anak yatim, riba, pengambilan secara zhalim dan permusuhan. Bila orang  muslim mencari makanan yang halal dengan cara yang halal berarti ia telah  melindungi dirinya dari serangan iblis dan tipu dayanya yang terlaknat.  Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah  bersabda:

 

 

“Jauhilah tujuh kedurhakaan yaitu menyekutukan Allah,  sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali secara haq, memakan harta  riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri saat perang berkecamuk, dan  menuduh wanita-wanita mukminat yang sudah bersuami yang lalai.” (HR. Bukhari,  Muslim, Abu Daud, dan An-Nasai).

 

 

5. Orang  yang memelihara Silaturrahim.

 

Rumah yang memiliki hubungan berdasarkan kecintaan, kasih  sayang, kelembutan, dan tenggang rasa adalah rumah orang yang menjaga  silaturrahum. Semua ini merupakan senjata untuk menaklukkan syetan dan  mendatangkan keridhaan Allah. Menyambung hubungan silaturrahim dapat dilakukan  dengan berbagai cara misalnya, dengan memberi harta, menjenguk orang sakit,  memenuhi undangan, mengucapkan bela sungkawa, membantu orang yang sedang  kesusahan, dan menghibur orang yang sedang bersedih  hati.

 

 

6. Orang yang berbakti kepada orang  tua.

 

Rumah orang yang berbakti kepada orang tua adalah rumah  orang mukmin yang mengesakan Allah, menjaga akidahnya, dan mengikuti sunnah  Nabi-Nya. Rumah ini didirikan atas dasar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.  Rumah seperti ini tentu tidak menyediakan tempat bagi syetan untuk bersemayam di  dalamnya.

 

 

7. Istri yang sholihah.   

 

Seorang istri adalah ratu rumah tangga yang mendampingi  suami untuk bersama-sama membangun sebuah rumah tangga. Oleh karena itu peran  seorang istri sangatlah besar dalam membina sebuah rumah tangga menjadi rumah  tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Sebagai seorang ibu, ia akan mendidik  anak-anaknya untuk beribadah kepada Allah. Maka dapat dikatakan bahwa seorang  istri yang sholihah mempunyai andil untuk membuat rumah tidak memiliki celah  untuk dimasuki syetan.

 

 

8. Orang yang  melaksanakan hak dan kewajiban.

 

Sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakat, seorang  muslim yang baik akan melaksanakan segala kewajiban dan haknya. Sikap ini  berdasarkan keimanan yang kuat terhadap hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya dan  seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa rumah orang yang kuat imannya tidak  mempunyai pintu bagi masuknya syetan.

 

 

 

Rumah yang  Tidak Dimasuki Syetan karena Akhlak dan Sikap

 

 

 

 

 

Akhlak dan sikap merupakan  perwujudan dari iman seseorang. Orang yang memiliki akhlak yang baik berarti  orang itu memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Sudah barang tentu  rumah-rumah mereka juga dihiasi dengan ketakwaan kepada Allah dan rumah yang  demikian itu akan dijauhi syetan sehingga penghuninya jauh dari godaan syetan.  Penghuni rumah yang mempunyai kriteria di atas mempunyai sifat-sifat  berikut:

 

 

1. Orang yang menjaga  rahasia.

 

Diantara akhlak Islam adalah larangan membocorkan rahasia  dan mengungkit aib orang lain. Rahasia sama dengan janji yang harus selalu  dijaga. Rumah tangga pun diibaratkan dengan rahasia maka menjaga rahasia  merupakan salah satu tanda orang yang dapat dipercaya dan membocorkan rahasia  merupakan tabiat orang yang hina. Keluarga yang menjaga akhlak Nabi saw. adalah  keluarga yang tidak memberi tempat bagi syetan untuk bercengkerama di  dalamnya.

 

 

2. Orang yang tidak  menghimpunkan hal-hal yang haram dan menolak yang mungkar.   

 

Di antara manusia ada yang menjadikan hawa nafsunya  sebagai sesembahannya. Mereka memandang dunia sebagai tempat bersenda gurau dan  bermain-main. Mereka meniti jalan syetan dan mengikuti langkah-langkahnya karena  syetan mengumbar janji dan selalu memberi harapan. Keluarga yang diperdaya  syetan akan menghimpunkan hal-hal yang haram sehingga rumah mereka menjadi  tempat perjudian, hiburan malam, atau tempat mesum. Sedangkan rumah yang penuh  kebahagiaan adalah rumah yang terdapat petunjuk dan cahaya Allah serta menolak  hal-hal yang haram. Gambaran rumah ini adalah sebagai  berikut:

 

a. Rumah yang bersih dari unsur-unsur salib,  musuh-musuh Islam tak pernah berhenti mencari jalan menebarkan cobaan kepada  keluarga muslim.

 

Mereka sengaja memasukkan bentuk-bentuk  salib baik dari gambar di pakaian, perhiasan, mainan anak-anak, lukisan, atau  pulpen. Itu semua harus dibersihkan karena itu semua merupakan simbol-simbol  syirik.

 

 

b.. Rumah yang bersih dari gambar dan patung,  gambar-gambar dan patung dapat mengundang syetan.   

 

Gambar-gambar yang tidak diperbolehkan itu berupa lukisan  manusia atau hewan sedangkan gambar berupa penggambaran alam seperti pepohonan,  gunung atau laut diperbolehkan. Pengecualian lain juga berlaku bagi foto untuk  identitas, dalam naskah-naskah resmi, atau mainan  anak-anak.

 

 

c. Rumah yang bersih dari anjing.   

 

Banyak orang muslim yang memelihara anjaing dan menaruh  perhatian lebih pada anjing. ýýOrang muslim yang sebenarnya adalah yang  mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya dan salah satunya dalah  membersihkan rumah dari anjing. Adanya anjing dirumah akan menghalangi masuknya  malaikat karena malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada anjing atau  lukisan.

 

 

d. Rumah yang bersih dari lonceng.   

 

Lonceng adalah bel bagi syetan sedangkan malaikat tidak  suka pada lonceng atau genta. Suara dentangan lonceng merupakan salah satu cara  peribadatan di gereja oleh karena itu setiap muslim harus menghindari suaranya.  Dari Abu Hurairah ra berkata,

 

“Rasulullah saw. bersabda:

Para  malaikat tidak mau menyertai perkumpulan yang didalamnya ada

anjing atau pun  lonceng.” (HR. Muslim)

 

 

e. Rumah yang bersih dari senda  gurau, judi, khamar, dan rokok.

 

Yang termasuk senda gurau  adalah alat-alat musik, kaset-kaset porno, nyanyian, kisah-kisah yang  mendramatisir adegan seks, dan lain-lain. Jika seorang muslim ingin mendengarkan  nyanyian maka dengarkanlah Al-Qur’an atau nasyid-nasyid islami. Imam Syafi’I  berkata bahwa nyanyian merupakan senda gurau yang makruh, menyerupai sesuatu  yang batil dan mustahil. Selain nyanyian yang termasuk senda gurau adalah omong  kosong, perkataan dusta dan batil, dan kesombongan.

 

Keluarga muslim juga  harus bersih dari unsur judi seperti permainan kartu atau permainan-permainan  yang dapat dijadikan sarana perjudian. Sedangkan khamar merupakan pangkal dosa  besar dan musibah, merusak akal, menghambur-hamburkan harta, mengesampingkan  ibadah, mendatangkan syetan, dan merusak tubuh. Khamar juga hal kotor di dalam  rumah yang harus dijauhi setiap muslim.

 

Allah berfirman:

“Hai  orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala,  mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan  syetan. Maka jauhilah olehmu berbagai perbuatan itu agar kamu mendapat  keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan  dan kebencian di antara kamu lantaran meminum khamar dan berjudi itu,  menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah kamu  (mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 90-91)

 

 

Merokok adalah  salah satu perbuatan yang tidak ada gunanya bahkan banyak menimbulkan dampak  negatif bagi kaum muslimin baik bagi tubuh, sosial, dan agama. Sebenarnya banyak  muslim yang mengetahui hal ini tetapi mereka tetap mengisapnya karena tak mampu  menahan hawa nafsunya yang sudah diperdaya

syetan. Merokok dianggap sebagai  perbuatan menganiaya diri sendiri bahkan membunuh diri. Selain itu merokok dapat  menimbulkan bau yang tidak sedap

maka orang yang mengisap rokok di dalam  rumah dapat membuat rumah berbau tidak sedap sehingga malaikat menghindari rumah  itu.

 

3. Orang yang menolak bid’ah.   

 

Ini merupakan masalah yang sangat besar dan penting sebab  berkaitan dengan akidah, yang berarti dapat merusak ibadah karena bid’ah  bertentangan dengan Sunnah. Bid’ah-bid’ah yang sering dilakukan oleh kaum  muslimin antara lain misalnya peringatan hari lahir atau ulang tahun.   

 

Banyak orang muslim yang menganggap bahwa merayakan ulang tahun adalah  kebiasaan yang umum maka banyak yang merayakannya dengan pesta besar-besaran dan  membuat acara yang menghimpunkan laki-laki dan perempuan secara bebas. Bid’ah  lain adalah memperingati hari kematian. Setiap hari-hari tertentu beberapa waktu  setelah kematian anggota keluarganya, diadakanlah selamatan dengan membacakan  surat-surat tertentu. Mereka menganggap bahwa ini merupakan acara ritual  keagamaan yang ada tuntunannya atau jika mereka sudah mengetahui bahwa ini tidak  ada tuntunannya mereka tetap mengadakan dengan alasan tradisi yang tidak  dilakukan akan dicemooh oleh orang lain.

 

Mereka lebih takut pada celaan  orang daripada takut untuk melanggar aturan Allah dan sunnah Rasul-Nya.  Sebenarnya masih banyak bid’ah-bid’ah lain yang dilakukan oleh keluarga muslim  tetapi tidak dapat disebutkan semuanya di sini. Seharusnya kaum muslim menyadari  bahwa perbuatan bid’ah merupakan suatu perbuatan yang dirancang syetan dengan  bungkus agama yang dibuat agar kaum muslimin jauh dari sunnah Rasulullah saw.  yang sebenarnya.

 

4. Orang yang selalu  mengucapkan salam dan meminta izin.

Di antara keagungan syariat Islam adalah tata krama secara  menyeluruh yang melindungi rumah kita dan menjaga kehormatannya serta memelihara  rasa malu pada diri kita. Tatakrama yang juga merupakan pembeda antara keluarga  muslim dan keluarga musyrik adalah ucapan salam dan meminta izin. Keduanya  mencakup dzikir dan ucapan selamat menurut Islam dan merupakan benteng dan  perlindungan dari gangguan syetan. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang  beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin  dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)

 

5. Orang yang tawadhu’.

 

Tawadhu’ (rendah hati) merupakan pendamping ibadah. Ibadah  tidak mungkin menyatu dengan takabur sebab dalam pengertian tawadhu’ ini  terkandung sifat merendahkan diri kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Rumah  orang yang tawadhu’ adalah rumah orang yang bertakwa dan orang yang  menyombongkan diri merupakan pintu masuk yang paling lebar bagi syetan dan  iblis. Tawadhu’ memiliki pengaruh yang sangat baik bagi keluarga muslim dan  menimbulkan sikap merendahkan diri, lembut terhadap tetangga, menyayangi orang  lain, menyadari kedudukan diri sendiri dan memerangi  syetan.

 

6. Orang yang suka memaafkan dan  berbuat baik.

 

Memberi maaf merupakan suatu keutamaan karena ada hak bagi  orang muslim tetapi ia melepaskan haknya dengan senang hati karena mengharap  ridha Allah. Ini merupakan sikap terpuji, yang karenanya Allah mengangkat  derajat suatu kaum. Kedudukan mereka semakin ditinggikan bila disertai dengan  perbuatan baik. Allah telah memerintahkan orang muslim agar berpegang pada  keutamaan yang sangat dibensi syetan ini sebab sifat memaafkan merupakan  gambaran penguat persaudaraan sedangkan tugas syetan adalah menciptakan  permusuhan dan kebencian di antara orang-orang muslim.

 

7. Orang yang menolak hal-hal yang hina.   

 

Islam datang membawa keutamaan dan menyuruh kaum muslimin  agar berhias dengan keutamaan itu serta Islam menyuruh kita untuk berlepas diri  dari hal-hal yang hina. Rumah orang yang memiliki akhlak mulia adalah rumah  orang-orang yang mensucikan diri, selalu mengingat Allah, yang memiliki  keutamaan, kebaikan, kecintaan, dan keikhlasan. Itulah rumah yang tidak akan  dimasuki syetan dan rumah orang yang melakukan hal-hal yang hina akan dijadikan  tempat tinggal syetan yang leluasa bercanda di dalamnya. Hal-hal hina yang  dimaksud antara lain adalah berdusta, melanggar janji, bakhil, bodoh, pemarah,  dan berputus asa.

 

8. Orang yang mencintai dan  taat.

 

Allah memerintahkan setiap muslim agar taat kepada-Nya dan  mengikuti Rasulullah. Ketaatan itu didasari iman karena seseorang yang hatinya  sudah didasari iman tentu ia akan menaati Allah. Ketaatan yang yang didasari  oleh kecintaan lebih afdhal daripada taat karena takut. Oleh karena itu  sebaik-baik para ahli ibadah adalah yang menyembah-Nya karena mencintai-Nya.  Keluarga yang mencintai Allah dan Rasul-Nya menjadikan Islam sebagai jalan  hidupnya layak memperoleh barakah Allah dan rumahnya tidak akan didekati  syetan.

 

 

Itulah beberapa sifat yang harus  dimiliki sebuah keluarga muslim agar rumahnya menjadi rumah yang dicintai Allah  dan Rasul-Nya. Tentu saja jika sebuah rumah sudah dilingkupi oleh barakah Allah  maka syetan pun tak mampu menyusup ke dalam rumah untuk menggoda anggota  kelyarga itu dan rumah pun dapat menjadi surga yang diidam-idamkan setiap  muslim. Wallahu a’lam bisshowab.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: