Posted by: nugrohob | April 23, 2009

Fosfor Putih pada Penyerangan Israel ke Gaza

perang Penyerangan Israel ke Gaza baru-baru ini, Januari 2009, menambah pelajaran berharga pada kita semua. Seperti pisau, pada suatu saat dan situasi perangbiasa merupakan alat yang bermanfaat (misal: untk menyiapkan makanan bagi keluarga kita) namun pada saat dan situasi yang berbeda bisa menjadi alat yang merusak dan bahkan bisa membunuh. Demikian juga bahan kimia, ditangan Israel fosfor putih yang sebenarnya bermanfaat telah menjadi alat/bahan yang efektif untuk memerangi Palestina. Mengapa demikian? Fosfor putih pada dasarnya sangat berguna untuk kehidupan. Dalam industri banyak digunakan untuk memproduksi asam fosfat dan senyawa kimia lain yang berguna pada pembuatan pupuk, bahan tambahan makanan, farmasi, pengolahan air, pakan ternak, senyawa pembersih dan perapuhan logam anti karat. Dalam konsentrasi kecil fosfor putih digunakan pada kembang api. Tetapi karena sifat kimia fisiknya yaitu ketika berada di udara terbuka dengan mudah akan terbakar dan mengeluarkan asap, maka sifat ini kemudian dimanfaatkan oleh militer (misal: Israel dan Amerika) untuk menghalau musuh-musuhnya.

Apakah sebenarnya fosfor putih itu dan bagaimana sifat-sifatnya? Fosfor adalah unsur nonlogam bersimbol P dengan nomor atom 15 dan berat atom 30,97376. Biasanya digunakan dalam pembuatan asam fosfat, perunggu, suar, teknik perapian, korek api, racun tikus, dll. Alotrop fosfor ada beberapa: fosfor putih (kuning), fosfor merah, dan fosfor hitam yang masing-masing memiliki sifat kimia fisik yang berbeda. Fosfor putih (white phosphorus) adalah alat pembakar yang memproduksi asap dan suar yang berasal dari allotrop unsur fosfor. Material ini merupakan padatan putih (tak berwarna atau kuning) beracun yang bersifat seperti malam, lembut, berbau seperti bawang putih, meleleh pada 44,5 oC, larut dalam karbon disulfida, tidak larut dalam air dan alkohol. Unsur ini bereaksi secara cepat dengan oksigen sehingga akan terbakar dengan sendirinya di udara. Dikenal juga sebagai fosfor kuning. Alotrop sendiri adalah keadaan dimana suatu unsur dapat memiliki lebih dari satu bentuk atau struktur yang stabil biasanya pada daerah temperatur yang berbeda, contohnya adalah bentuk kristal yang berbeda dari karbon, grafit, dan intan. Dikenal juga dengan istilah alotriomorfisme, alotropisme. Apa yang terjadi ketika manusia terpapar dengan fosfor putih? Meskipun belum ada penelitian yang mendalam tentang efek fosfor putih pada kesehatan manusia, tetapi dari beberapa fakta yang terjadi pada pekerja yang berhubungan dengan unsur ini menunjukkan bahwa jika terpapar dengan fosfor putih dapat menyebabkan terbakar, iritasi,kerusakan hati, ginjal, paru-paru atau tulang, yang terparah adalah kematian.

Badan-badan yang berwenang di Amerika (NIOSH, OSHA, ACGIH) telah menentukan ambang batas paparan di tempat kerja selama 8 jam kerja adalah 0,1 miligram fosfor putih per meter kubik udara (http://www.atsdr.cdc.gov/tfacts103.html). Jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi di Palestina saat ini. Sungguh sangat disayangkan sesuatu yang sesungguhnya bermanfaat menjadi bersifat merusak ketika berada di tangan yang salah. Satu hal yang harus menjadi bahan pemikiran adalah bahwa penggunaan fosfor putih dalam perang tidak dilarang. Hal ini karena statusnya dalam Konvensi Senjata Kimia; Chemical Weapons Convention (CWC); bahan ini tidak termasuk dalam list senjata kimia. Kalau melihat akibatnya dalam perang itu hal ini patutlah dipertanyakan. Why………………..???


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: