Posted by: nugrohob | April 11, 2009

Photography Part#4 (end)

SINGLE LENS REFLECT:

Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk

membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan

bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. Apa yang terlihat pada

jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya.

 

SINGLE POINT READING:

Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu

titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.

 

SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S):

Sandi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo,

maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan

ditekan hingga terekam satu bidikan.

 

SKALA:

Perbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.

 

SLAVE UNIT:

Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh

menyalanya lampu-kilat lain.

 

SLOW FILM:

Film lambat yaitu kepekaan film yang rendah sehingga memberikan detail gambar

yang tajam dengan butiran yang halus, kontras rendah sekalipun dicetak besar.

Misalnya film dengan ISO 25, 64, 100. Film seperti ini baik untuk pemotretan

arsitektur atau still life.

 

SMALL FORMAT CAMERA:

Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang

menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Karena

itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. Jenis

maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi

yang menggunakan film jenis negatif. Namun kekurangannya, untuk hasil pencetakan

besar, maksimal hanya seukuran majalah.

 

SNAPSHOT:

Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Cara ini umumnya

digunakan untuk membuat foto human interest, sehingga menghasilkan foto yang apa

adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat.

 

SNOOT:

Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk

memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio. Umumnya menghasilkan

cahaya yang tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar.

 

SNOW CROSS, STAR SIX FILTER:

Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang

membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar.

 

SOCKET:

Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan

penutup.

 

SOFT SCREEN (LENS):

Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan

seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya.

 

SOFT FOCUS LENS:

Lensa yang berdaya lukis lembut.

 

SOFT PAPER:

Kertas bergradasi lunak atau lembut.

 

SOFT SPOT FILTER:

Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda.

 

SOFT TONE FILTER:

Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan

ketajaman dan mengubah warna, juga tidak mengubah bentuk. Kontras pun menjadi

lembut tanpa mengaburkan pandangan.

 

SOLARISASI:

Proses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto

atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. Di tengah-tengah

gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan

pengembangannya.

 

SONAR AUTOFOCUS:

Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar –

dari kamera ke objek kembali ke kamera.

 

SPECIAL EFFECT:

Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.

 

SPECIAL EFFECT FILTER:

Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena

fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang

menyimpang dari pemotretan biasa.

 

SPECIAL LENS:

Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. Misalnya

fish eye lens (lensa mata ikan – 180 derajat). yang pada dasarnya bukan filter

karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna

mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.

 

SPECIAL PURPOSE LENS:

Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan

gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa.

 

SPECIAL FILTER:

Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiap-tiap

titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. Sinar yang

kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.

 

SPECTRUM:

Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam

warna-warni.

 

SPEEDLIGHT:

Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.

 

SPEEDO SOLARISASI:

Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier)

pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).

 

SPLICER:

Alat pemotong film.

 

STEREO CAMERA:

Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus

diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman

seperti saat difoto.

 

STILL LIFE:

Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan

benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.

 

STOP:

Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana

dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma

f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.

 

STOP BATH:

Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika

pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk

menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang

membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.

 

STRIPPING FILM:

Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.

 

STROBO:

Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.

 

SUBTRACTIVE:

Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan

dari additive atau menambahkan.

 

SUPER WIDE LENS:

Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur,

interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.

 

SYNC CORD TERMINAL:

Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang

dihubungkan dengan lampu-kilat.

 

SYNC SHUTTER SPEED:

Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat.

 

SYNCRO:

Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada

kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang

terpasang syncro.

 

TABLE-STAND:

Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang

dipakai di atas meja.

 

TEXTURE:

Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang

sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar,

mengkilat, dll.

 

TELE CONVERTER:

Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat

mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya

kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.

 

TELE LENS:

Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini

dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk

pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif

wajah yang mendekati aslinya. Misalnya: lensa 85 mm, lensa 135 mm, lensa 200 mm,

dll.

 

TELEPHOTO LENS:

Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image)

pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.

 

TELEPHOTO MEDIUM:

Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 – 135

mm.

 

TEST STRIP:

Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan

dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak

sesungguhnya.

 

TILT HEAD:

Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan

efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang

keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung

pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.

 

TIMER SWITCH:

Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang

telah ditentukan.

 

Top Light:

Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan

untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat

menampilkan detail benda.

 

Transparan:

Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan

untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus

pandang.

 

Translusen:

Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang

benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik

suram, dsb.

 

Transparancy:

Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.

 

Tripod:

Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk

kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas).

Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang

menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga

kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.

 

Tripod Socket:

Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan

ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga

kamera.

 

TTL:

Singkatan dari Through the Lens Metering. Sistem pengukuran cahaya melalui

lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering). Kamera harus terisi film

untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Atau dengan cara lain yaitu

menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus

menutupi seluruh jendela tersebut. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi

pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca pelat hitam

penekan film.

 

Tungsten Film:

Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya

buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk

pemotretan di bawah cahaya alami.

 

Twin Lens Reflex:

Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi

untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu

lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan

jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan

yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.

 

Iltra Fast Film:

Film dengan kecepatan sangat tinggi (ISO 800, 1600, 3200, dst) Dirancang untuk

pemotretan dengan cahaya rendah seadanya. Foto yang dihasilkan berbutir kasar

namun jadi satu pilihan kreatif bagi pemotret yang menyukainya.

 

ULTRA FINE GRAIN:

Butiran sangat halus. Salah satu sifat film atau obat pengembang.

 

ULTRAVIOLET:

Gelombang sinar dari sisi ungu yang tampak oleh mata. Yang biasanya terdapat di

dataran tinggi dan pada waktu cuaca mendung.

 

ULTRAVIOLET FILTER:

Filter (penyaring) dalam pemotretan yang berguna untuk menetralisasi radiasi

sinar ultraviolet di daerah yang berketinggian lebih dari 1000 meter atau sekitar

100 meter dari permukaan air laut.

 

ULTRAVIOLET LENS:

Lensa ultraviolet. Jenis lensa khusus yang digunakan untuk merekam sinar

ultraviolet. Biasanya digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan.

 

UNEXPOSED:

Tidak/belum tercahayai.

 

VARIOCROSS FILTER:

Filter yang terdiri dari dua keping kaca bening, masing-masing dengan goresan

miring yang sejajar. Goresan dari satu keeping bersilangan dengan goresan dari

keping yang lainnya bila kedudukannya diubah. Efek bintang dan perpotongan sinar

dapat disesuaikan menurut selera hanya dengan memutar-mutar filter.

 

UNITY:

Kesatuan. Merupakan criteria kesenirupaan yang terkemuka, sebuah karya seni

dianggap berhasil bila unsure-unsurnya tidak terlepas sendiri-sendiri.

 

UNDER EXPOSURE:

Pencahayaan kurang. Suatu nilai pencahayaan yang terdapat pada film atau foto

di mana gambar yang ada tampak agak gelap atau tampak tipis (pada film negatif)

karena pencahayaannya yang ada saat pemotretan kurang.

 

VARIO FOCAL LENS:

Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau

dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.

 

VARIO LENS:

Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang

memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan

demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan

menarik-ulur lensa atau memutarnya.

 

VERTICAL GRIP:

Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar

tangan.

 

VIEW CAMERA:

Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan

pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar

umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat

menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan

secara sempurna.

 

VIEW FINDER:

Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat

bayangan benda yang akan diabadikan.

 

WAIST LEVEL FINDER:

Pembidik sebatas pinggang.

 

WETTING AGENT:

Obat pelarut tetes air yang mengendap pada film. Photo flo adalah larutan

seperti itu.

 

 

WARM TONE:

Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan

mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.

 

WATT/SECOND (W/S):

Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable

yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100

W/S hampir sebanding dengan GN = 30.

 

WEDDING PHOTOGRAPHY:

Fotografi pernikahan. Fotografi yang mengkhususkan diri pada pengabadian

momen-momen atau peristiwa pernikahan. Untuk menekuninya diperlukan pemahaman tehnik

fotografi, pencahayaan (lighting) serta adat dan tata-cara pernikahan.

 

WIDE ANGLE LENS:

Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh

pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk

pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.

 

WIDE SHOT:

Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang

diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan

berikutnya pada gambar hidup (movie).

 

WIRELESS TTL:

Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.

 

WORLD PRESS PHOTO (WPP):

Suatu kegiatan lomba foto jurnalistik internasional yang diadakan rutin setiap

tahun. Pesertanya adalah pemotret dari seluruh dunia yang tergabung dalam

sebuah media.

 

WORM EYE:

Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya

adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik

karena sudut pandang seperti itu.

 

X-RAY FILM:

Film sinar-x. Film ini dibuat kontras dan dibungkus dengan kertas timah. Karena

sinar x dapat menembus benda-benda padat seprti kulit, tekstil, dan lain-lain,

maka dalam pemotretan akan tampak bayangan-bayangan yang mengganggu. Film ini

biasa digunakan dalam bidang kedokteran dan pengobatan.

 

ZONE SYSTE<:

Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari

nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.

 

ZOOM LENS:

Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat

panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan

atau mengulur tabung lensa.

 

ZOOM-BLUR:

Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana

kamera.

 

ZOOMING RING:

Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.

 

Mudah2an bermanfaat, kalau berminat dan suka dengan artikel2 pendek aku punya stock …… gak banyak sih


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: