Posted by: nugrohob | April 7, 2009

Ellen Gleditsch, kimiawati pioner radioaktif

ellen-gleditschEllen Gleditsch dilahirkan di Mandal, Norwegia. Setelah ia memperoleh prestasi luar biasa di SMU, ia tidak diizinkan untuk mengikuti tes agar melanjutkan ke universitas karena ia adalah seorang wanita. Sebagai gantinya, ia bekerja sebagai asisten farmasi, yang membuatnya mampu mendapatkan gelar non akademik dalam bidang kimia dan farmakologi pada tahun 1902. Dengan menjalin kerjasama bersama Dr. Eyvind Bodteker, ia mendapat pengetahuan dan pengalaman yang lebih banyak dalam bidang kimia dan mampu mempublikasikan penelitiannya dalam jurnal Perancis.

Gleditsch sangat ingin bekerja dengan Marie Curie, dan Bodteker mau membujuk Curie untuk mengizinkan Gleditsch menjadi peneliti di laboratoriumnya. Karena Gleditsch adalah seorang ahli kimia dan bisa melakukan rekristalisasi radium dan barium, ia dibebaskan dari biaya normal yang ditetapkan bila bergabung dengan grup Curie. Ia menetapkan rasio uranium/radium dalam mineral untuk tesisnya dan mendapat sebuah gelar Licenciee des Sciences dari Sorbonne pada tahun 1911.

Gleditsch diberi penghargaan beasiswa mengajar di Universitas Oslo. Pada tahun 1913 ia pergi ke Amerika Serikat dengan beasiswa dari Yayasan Skandinavia Amerika. Karena ia seorang perempuan, ia diturunkan oleh Theodore Lyman di Universitas Harvard. Bertram Boltwood di Universitas Yale menerimanya, tetapi hanya karena ia tak pernah menerima surat penolakan dari Yale. Ketika di sana, ia menetapkan waktu paruh radium yang akurat, sebagai pencapaian yang sangat signifikan dalam radiokimia. Penemuan meningkatkan harkat dan martabatnya di dunia sains dan Lyman menawarkannya sebagai tamu di laboratoriumnya. Penelitian selanjutnya, Gelditsch kembali ke Universitas Oslo pada tahun 1914, di mana ia akhirnya ditunjuk sebagai profesor kimia pada tahun 1929, jabatan tetapnya yang pertama setelah beraneka pekerjaan dilaluinya. Ia menetap di Universitas Oslo hingga pensiun.

Bekerjasama dengan Theodore Richards, Gleditsch mengumpulkan mineral yang mengandung timbal, lalu diekstrak dan dimurnikan sebagai garam timbal. Richards menetapkan massa atom timbal dari garam ini dan menemukan bahwa massa atomnya sangat berbeda dari timbal biasa, yang akhirnya mengarahkan Richards  untuk memastikan keberadaan isotop. Gleditsch melanjutkan penelitiannya dan belakangan menulis monograf tentang isotop.

Selama Perang Dunia II, ketika usia Gleditsch berusia 60 tahun, ia memerankan peranan penting dalam Departemen Pertahanan di Norwegia. Ia juga menjadi ketua dalam organisasi Federasi Wanita Universitas Internasional dan sebagai aktivis untuk hak-hak wanita, setelah dibujuk oleh ibunya.

Pada tahun 1917, Gleditsch adalah perempuan kedua yang dipilih oleh Akademi Sains Oslo. Pada tahun 1962, pada usia 83, ia adalah wanita pertama yang menerima gelar doktor kehormatan dari Sorbonne di Paris.

Lahir : 29/12/1879
Disiplin utama : Kimia
Wafat : 6/6/1968

taken from : sainsINDONESIA


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: