Posted by: nugrohob | April 6, 2009

Photography Part#3

OVERHEAD LIGHTING:

Sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari

atas.

 

OVERRIDE:

Penyimpangan dari pengatur otomatis supaya dapat diatur dengan menggunakan

tangan atau secara manual.

 

P HI:

Adalah fasilitas pencahayaan terprogram bagi pemotretan dengan sasaran yang

bergerak cepat, balapan motor, mobil, dll.

 

PANCHROMATIC:

Film hitam-putih, artinya emulsi film tersebut sensitif terhadap macam-macam

warna.

 

PARALLAX:

Paralaks, yaitu suatu kesalahan atau perbedaan pandangan yang terjadi karena

yang dilihat dan yang terekam dalam film tidak sama. Umum terjadi saat

menggunakan kamera refleks lensa kembar atau kamera kompak.

 

PASSED:

Berarti telah diteliti oleh pabrik pembuat. Tanda ini biasanya melekat pada

lensa atau kamera yang baru.

 

PENTAX:

Salah satu merek kamera (Asahi Pentax) dan peralatannya buatan Jepang.

 

PEOPLE ON THE NEWS:

Salah satu kategori yang dilombakan dalam World Press Photo. Foto-foto atau

sekumpulan foto bercerita/portfolio dari orang atau sekelompok orang yang ikut

terlibat dalam sebuah peristiwa atau kejadian.

 

PERMAFILM:

Adalah bahan pengawet dan anti static. Bila permafilm digunakan pada emulsi

film, maka akan terjadi ikatan fisik dengan gelatin dan emulsi film.

 

PERSPECTIVE:

Perspektif, pandangan ruang, suatu pandangan gambar yang tampil dalam bentuk

dimensi atau ruang tertentu. Dimensi dan perspektif merupakan kesatuan.

 

PERSPECTIVE CORRECTION:

Gunanya untuk memperbaiki penyimpangan bentuk.

 

PHOTO JOURNALISM:

Foto jurnalistik, fotografi dengan spesialisasi khusus untuk menampilkan

foto-foto yang mempunyai nilai berita, baik benda, bahan, situasi kehidupan manusia

yang menarik perhatian umum karena aktualitasnya (news) sebagai berita yang

mampu mengungkap kejadian, menjelaskan dan menimbulkan rasa ingin tahu.

 

PHOTOGRAPHY:

Fotografi, teknik dan pengetahuan tentang foto. Atau, proses dan seni pembuatan

gambar (melukis dengan sinar/cahaya) pada film atau permukaan yang dipekakan.

Gambar yang dihasilkan diharapkan sama persis dengan aslinya, hanya dalam ukuran

yang jauh lebih kecil.

 

 

PHOTOGRAPHIC SPECTRUM:

Bagian kecil dari energi dalam elektromagnetik spektrum yang dapat mencahayai

film.

 

PHOTOGRAM:

Fotogram. Foto yang dibuat tanpa menggunakan kamera dan film, dengan meletakkan

benda-benda di atas kertas (cetak) foto kemudian disinari.

 

PHOTOGRAPH:

Foto yang dibuat dengan menggunakan kamera dan film.

 

PHOTOKINA:

Nama pameran atau suatu wadah informasi terbesar dan terlengkap serta yang

paling kompleks dalam bidang fotografi.

 

PINCHUSION EFFECT:

Penyimpangan bentuk kotak menjadi bentuk seperti bantalan penyimpan jarum.

 

PINHOLE:

Lubang kecil pada alat kedap cahaya yang dipasang bersama lensa, menyambung

lubang lensa tempat gambar objek direkam dalam lembaran yang peka cahaya.

 

PIN-UP PHOTO:

Foto yang bersifat hiburan/menghibur. Disebut gambar pin-up karena sering

ditempelkan di dinding dengan pins atau paku kecil.

 

PISTOL GRIP:

Gagang pegangan kamera yang bentuknya mirip gagang pistol.

 

POL COLOR FILTER:

Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna,

terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek

tertentu.

 

POL COLOR FILTER:

Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna,

terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek

tertentu.

 

POL CONVERSION FILTER:

Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B).

Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film

tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.

 

POL FIDER FILTER:

Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu.

Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.

 

POLARIZING CIRCULAR FILTER:

Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave

retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter

polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.

 

POLARIZING FILTER:

Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan

yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain

dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi,

menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk

membirukan langit.

 

POLAROID:

Langsung jadi. Menghasilkan gambar cetak dalam waktu yang singkat, tetapi tidak

menghasilkan film negatif.

 

POLAROID CAMERA:

Kamera Polaroid. Kamera foto langsung jadi, menghasilkan gambar cetak dalam

waktu yang singkat (beberapa menit) tapi tidak menghasilkan klise atau negatif.

Akibatnya tidak bias dilakukan pembesaran gambar atau pencetakan ulang.

 

POLAROID FILM:

Film yang ditemukan oleh dr. Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat tetapi

tidak mempunyai negatif.

 

POLAVISION:

Sistem kinematografi langsung jadi. Kameranya dinamakan Polavision, filmnya

dinamakan Phototape cassette, proyektornya Polavison player.

 

POPUP FLASH:

Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.

 

PROYEKTOR:

Alat yang digunakan untuk memproyeksikan gambar atau film positif, atau gambar

bergerak.

 

PULL:

Kebalikan dari proses push, yaitu mengurangi proses pengembangan film yang

mengalami over exposure atau kelebihan sinar sehingga menghasilkan detail yang baik

pada area yang gelap (normal), dilakukan proses pengembangan disertai dengan

pengurangan waktu pengembangan film.

 

PULSATOR FILTER:

Filter dengan inti bulatan normal dan bagian sisanya berisi prisma. Tiap-tiap

titik sinar akan membentuk bintang berekor delapan dan berisi prlangi.

 

PUSH:

Pengemabngan berlebih. Suatu proses yang intens membuat under exposure sebuah

film dan mengompensasikan film itu agar menjadi normal dengan menambah waktu

pengembangannya.

 

QL:

Singkatan dari quick loading, yaitu suatu sistem pemasangan film yang cepat.

 

RAINBOW FANTASI FILTER:

Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. Tiap-tiap berkas

sinar akan bertepi pelangi.

 

RANA:

Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa,

besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.

 

RANA CELAH:

Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Yang vertial

menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.

 

RANA PUSAT:

Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma. Menutupnya dengan

cara memusat.

 

RELEASE CABLE:

Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter

dari jarak beberapa meter dari kamera.

 

RELOADABLE TO LAST FRAMER:

Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi

terakhir yang terpakai.

 

REMBRANDT LIGHTING:

Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting.

Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. Pencahayaan tersebut berasal dari nama

pelukis Belanda Rembrandt.

 

REMOTE:

Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh

dengan penghubung arus tanpa kabel.

 

RESOLUTION:

Daya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan

detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).

 

RETINA:

Selaput peka sinar dari mata atau salah satu merek kamera keluaran kamera.

 

RETOUCH:

Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan

atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga

menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.

 

REVERSAL DEVELOPING:

Pengembangan membalik atau terbalik menjadi positif.

 

REVERSAL FILM:

Berarti kebalikan. Hasil pemotretan menggunakan film jenis ini menghasilkan

gambar positif (slide).

 

REVERSE ADAPTER:

Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa

kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Dengan alat

ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan

makro dengan hasil yang cukup baik.

 

SECOND CURTAIN SYNC:

Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.

 

SELF ADJUSTING:

Penyesuaian (diri).

 

SELF TIMER:

Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat

membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Biasanya

digunakan untuk memotret diri sendiri. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10

detik.

 

SENSE OF DESIGN:

Perasaan atas komposisi. Estetika dalam nirmana datar warna.

 

SEPIA TONER:

Pewarna coklat/sawo.

 

SEQUENCE:

Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian

yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.

 

SHADE:

Teduh, bayangan yang tak berbentuk.

 

SHADOW:

Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang

membayang.

 

SHAPE:

Bidang, suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh

karena adanya kesan garis, baik berupa segi tiga, lingkaran, elips, dll. Namun

selain itu bisa juga dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan

bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume.

 

SHARPNESS:

Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari

pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Ketajaman ini ditentukan dengan

jumlah garis per milimeter.

 

SIDE LIGHT:

Cahaya dari samping, yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek, baik

kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. Pencahayaan

seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek

fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Umumnya digunakan untuk

menampilkan foto-foto yang berkarakter, misalnya foto potret (portrait).

 

SIDE LIGHTING:

Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90

derajat dihitung dari sudut pandang kamera. Arah datangnya sinar seperti ini akan

menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik. Bayangan

yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo

dari muka terang dan separo lagi gelap.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: