Posted by: nugrohob | December 3, 2007

Ketika Allah Bilang Tidak

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah ambillah kesombonganku  dariku.”

Allah berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang  harus menyerahkannya.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.”

Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.” 

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah beri aku kesabaran.”  

Allah berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam  menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya  sendiri.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah beri aku kebahagiaan.”

Allah berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan  tergantung  kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.” 

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.”

Allah berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat  duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku.” 

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah beri aku segala hal yang  menjadikan hidup ini nikmat.”

Allah berkata, “Tidak. Aku beri  kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.” 

Ketika manusia berdoa, “Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang  lain,  sebesar cinta-Mu padaku.   

Allah berkata… “Akhirnya kau  mengerti .!!” 

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah  susah  payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam,  tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan  lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali,  sementara orang lain  dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.  

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan,  tapi justru orang lain yang mendapatkannya  tanpa susah payah.  Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai,  berakhir  dengan penolakan dan kegagalan, orang lain dengan mudah  berganti  pasangan.  

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah  yang terus meningkat.  Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang  demam dan pilek lalu kita melihat tukang es.Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan  minum es dapat mengobati rasa demam    (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita  (seperti kita berdoa  memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua  kita tentu  lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentudengan segala  dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita  sembuh dulu  baru boleh minum es yang lezat itu.   

Begitu pula dengan Allah,  segala yang  kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.  Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah  mengabulkannya.Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.  Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus berdoa.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: