Apa sih yang anda tahu tentang angin duduk..? yang dapat merenggut nyawa seseorang tanpa mengenal usia Tetangga saya seorang pria yang masih di bilang teman (karena usia tidak berbeda jauh) Dengan usia yang tergolong muda (28th) Tidak ada yang janggal, hanya dokter menanyakan riwayat penyakit yang di deritanya.
Dia tergolong pria yang sehat dan energic, hidupnya jauh dari rokok, minuman terlarang maupun narkotika. Tetapi dia meninggal dengan bentuk tubuh menahan rasa sakit dalam keadaan tidur dengan tampak kebiruan di sekitar leher.Dokter mengatakan. “dia terserang Sindrome Jantung Koroner Akut” atau biasa di kenal dengan angin duduk Angin duduk dengan nama keren Sindrome Jantung Koroner Akut dapat menyerang siapa saja dan hanya dalam waktu 15 – 30 menit dapat merenggut nyawa.
Dunia kedokteran hamper 2 tahun terakhir ini berhasil mengidentifikasi penyakit ini yang ternyata bukan hanya masuk angina berat tetapi lebih ke pada Serangan Jantung Koroner Akut menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD Menurut Teguh Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
Jadi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung. Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Mitos yang terjadi di masyarakat yang salah selama ini jika masuk angin cukup di kerok, di beri minum air hangat atau minum obat tolak angin. Penderita dapat meninggal secara mendadak yang biasanya di sertai dengan gejala :
- Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti Rasa ditekan
- Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta
ulu hati.
- Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Sumber masalah sesungguh nya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
- Pertama, adanya timbunan lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
- Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
- Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat Kejang yang terus menerus.
- Keempat, infeksi pada pembuluh darah
Peyempitan itu mengakibatkan berkurangnya pasokan oksigen kedalam jantung, ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam bahasa medis dikenal dengan angina.Namun hendaknya di bedakan antara keluhan nyeri pada syndrome serangan jantung koroner akut dengan serangan jantung koroner (Infark Miokard) pada Serangan Jantung Koroner angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh jantung akibat aktivitas fisik yang berlebihan sementara pada serangan Jantung Koroner Akut, angina yang terjadi akibat penyumbatan tidak total pada pembuluh jantung yang di rasakan pada saat istirahat. Jadi serangan jantung koroner akut ini memang mendadak, bukan karena capek atau masuk angina atau penyakit lainnya kondisi yang terjadi saat ini adalah rumah sakit tergolong lambat dalam penanganan serangan jantung koroner akut ini.
Menurut dr. sutedjo SpJp ‘ahli jantung RS. Jantung Harapan Kita” sebaiknya penderita yang sudah mengetahui bahwa dirinya mengalami ganguan pada jantung membawa tablet “anti platelet’ kemanapun ia bepergian Tablet ini yang paling murah dan gampang adalah ASPIRIN yang selain bermanfaat sebagai Pertolongan Pertama Mengatasi Nyeri juga melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh trombosit atau platelet (sel pembeku darah)


