Posted by: nugrohob | December 3, 2007

Diabetes Melitus: Komplikasinya pada Mata

Diabetes dapat disebabkan oleh 2 kemungkinan, yaitu : (1) ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan insulin, atau (2) insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Di dalam tubuh, insulin sangat berperan dalam penyerapan gula sederhana (hasil pencernaan) oleh sel otot untuk disimpan sebagai cadangan energi.

Penyakit ini jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan timbulnya penyakit lain, seperti : kebutaan, jantung, penyakit pada pembuluh darah, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan syaraf. Diabetes pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko kelahiran bayi cacat.

Komplikasi Diabetes Melitus pada Mata

Komplikasi Diabetes Melitus (DM) pada mata dapat terjadi pada kornea, lensa, retina, dan Nervus Optikus. Komplikasi retina (Retinopati Diabetik) merupakan penyebab kebutaan sekitar 12 – 21% dari seluruh kasus kebutaan di Amerika Serikat.

Diabetik Retinopati digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :

Retinopati Diabetik Non Poliferatif dengan gejala klinik sebagai berikut :

- Kelainan bentuk kantong pada kapiler pembuluh retina (Mikroaneurisma)

- Pecahnya pembuluh kapiler yang menyebabkan pendarahan retina

- Edema Retina. Edema pada makula menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan

- Eksudat keras merupakan pengumpulan lemak ekstrasel akibat bocornya pembuluh yang abnormal

- Eksudat lunak atau bercak kapas yang merupakan infark mikro dari lapisan serabut retina

- Pelebaran dan pelekukkan pembuluh vena

- Penyumbatan kapiler

- Kapiler yang melebar dengan dinding yang rapuh (Intra Retinal Microvascular Abnormlities)

Retinopati Diabetik Poliferatif dengan gejala klinik sebagai berikut :

- Kapiler yang melebar dengan dinding yang rapuh (Intra Retinal Microvascular Abnormlities)

- Neovaskularisasi pada Papil Nervus Optikus

- Pecahnya neovaskularisasi yang rapuh dan mengakibatkan pendarahan vitreous

- Proliferasi vitreo retinal

- Pelepasan retina akibat penarikan oleh jaringan proliferasi

Kebutaan oleh Retinopati Diabetik terjadi akibat keterlambatan penanganan pada penderita diabetes melitus. Usaha yang dilakukan untuk mencegah kebutaan oleh retinopati diabetik diantaranya :

- Fotokoagulasi merupakan usaha pengobatan menggunakan sinar laser. Sinar laser yang biasa digunakan adalah Argon biru, argon hijau, krypton kuning, dan dye laser. Fotokoagulasi ditujukan untuk pembuluh darah yang bocor pada Retinopati Diabetik Non Poliferatif dan memperbaiki kondisi aliran dan pertukaran oksigen di daerah pusat retina pada Retinopati Diabetik Poliferatif. Fotokoagulasi dapat mempertahankan dan memperbaiki ketajaman penglihatan penderita serta mencegah kebutaan.

- Vitrektomi dilakukan pada penderita Retinopati Diabetik Poliferatif yang tidak dapat diatasi dengan fotokoagulasi. Pada operasi vitrektomi, jaringan serat dan darah dalam vitreous dipotong dan diganti dengan cairan tertentu.

- Vitrektomi dengan endolaser merupakan vitrektomi yang dibantu dengan penyinaran laser sehingga mempermudah pada saat operasi vitreous.

panganplus

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: